Siapa Hasan As Saqqaf, Pencela Al Albani?
Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi
Sebagian kalangan yang menyerang Syeikh Albani ibarat seperti orang yang tenggelam, dia pegangan dengan asal-asalan, yang penting pokoknya isinya nyerang dan menjelekkan Albani, sehingga akhirnya mengantarkannya kepada kedustaan dan kesesatan.
ومن يكُنِ الْغُرَابُ لَهُ دَلِيْلاً يَمُرُّ بِهِ عَلَى جِيَفِ الْكِلاَبِ
Barangsiapa yang burung gagak sebagai petunjuk jalan nya
Pasti dia akan mengantarkan jalan melewati bangkai-bangkai anjing.
Contoh, dantara mereka ada berpegang dengan ucapan Hasan As Saqqaf dan buku-bukunya, padahal tahukah anda siapa Hasan As Saqqaf?
Hasan Asseqqaf, seorang ahli bidah dari Yordania, penulis kitab Tanaqudhat al-Albani. Buku-bukunya penuh berisi kecaman dan cacian terhadap dawah Salafiyah dan para ulamanya dahulu dan sekarang, ia seorang yang sanga taashub (fanatik) dan penuh dendam.
Penyimpangannya banyak sekali. Berikut gambaran secara ringkas tentangnya:
- Orang ini beraqidah Jahmiyyah tulen, mengingkari Sifat-Sifat Alloh dengan takwil dan ta’thil. Dia berkata dalam bukunya at-Tandid liman Addada at-Tauhid hal. 50: Ahlus Sunnah wal Jamaah menegaskan bahwa Alloh tidak boleh disifati bahwa Dia berada di luar alam maupun di dalam alam.
- Sering melecehkankan hadits Nabi seperti ucapannya tentang hadits budak perempuan pada hal. 188: Itu adalah lafazh yang keji!!! Pada hal. 188: Kita menegaskan bahwa Nabi tidak mengucapkan: Dimana Alloh. Pada hal. 55: Sebagaimana dalam hadits budak perempuan yang mereka (Salafiyyuun-pent) terbuai dengannya.
- Menghina sebagian Sahabat Nabi seperti Muawiyah bin Abu Sufyan, juru tulis Nabi.
- Mulutnya sangat kotor, sering melontarkan kata-kata keji terhadap para ulama seperti Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim, Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Baaz, al-Albani dan lain sebagainya.
- Memuji para tokoh ahli bidah, lebih-lebih gurunya yang bernama Muhammad Zahid al-Kautsari, panglima Jahmiyyah pada zaman sekarang.
- Sering melakukan kedustaan, tadlis (penipuan) dan talbis (kerancuan).
Adapun kitab bantahannya terhadap al-Albani yang berjudul Tanaqudhat al-Albani telah dikomentari sendiri oleh Syaikh al-Albani secara ringkas, beliau mensifati buku ini dalam
Silsilah Ahaadits ash-Shohihah I/17:
“Kitab tersebut penuh dengan tuduhan-tuduhan keji dan kebohongan sebagaimana adat kebiasaan-nya. Sekedar contoh, as-Saqqaf berucap dalam muqaddimahnya (hal. 4): Tidak samar lagi bahwa Syaikh (al-Albani) menganggap dirinya -demikian pula orang yang terfitnah olehnya- bahwa dirinya adalah satu-satunya ulama masa kini, seluruh ucapannya tidak boleh dikritik dan dia merasa lebih unggul daripada para ulama terdahulu dalam mendapati tambahan-tambahan lafazh hadits…”
Saya (al-Albani) tak berkomentar apa-apa menanggapi tuduhan ini kecuali hanya mengatakan:
(سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (
“Mahasuci Engkau (Ya Robb kami), ini adalah dusta yang besar. ” (QS. an-Nur [24]: 16)
Ucapan kotor tersebut tidak akan muncul kecuali dari orang yang tak percaya lagi dengan firman Alloh :
(وَمَن يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا (
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. an-Nisa [4]: 112)
Syaikh Sulaiman bin Nashir al-Ulwan berkata:
Dalam kitabnya yang tidak berbarakah Tanaqudhat al-Albani 1/9, as-Saqqaf membuat suatu pasal pembahasan tentang hadits-hadits riwayat Bukhori Muslim yang dilemahkan al-Albani, padahal dia sendiri telah mencela puluhan n hadits dalam Shohih Bukhori Muslim seperti hadits tentang dimana Alloh, hanya karena menyelisihi keyakinannya. Adapun kitabnya Tanaqudhat al-Albani, maka banyak sekali dia terjatuh dalam kesalahan, kontradiksi nyata, kegoncangan serta kedustaan dalam penukilan. Janganlah ada yang tertipu dengannya. Saya telah membaca sebagian kitab karya as-Saqqaf, ternyata jelaslah bagiku bahwa dia adalah musuh sunnah dan tauhid, seorang jahmiyah tulen….(Al-Kasysyaf an Dholalat Hasan as-Saqqaf hal. 10)
Kitab Tanaqudhat al-Albani oleh as-Saqqaf tersebut juga telah dibantah oleh para ulama, diantaranya:
- Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi dalam kitabnya al-Anwar al-Kasyifah li Tanaqudhat al-Khassaf az-Zaifah (Kitab ini dipuji oleh Syeikh Albani)
- Syaikh Khalid al-‘Anbari dalam risalahnya Iftiraaat as-Saqqaf al-Atsim alal albani Syaikh Muhadditsin (Tuduhan-tuduhan as-Saqqaf, Si Ahli Dosa, Terhadap al-Albani, Syaikh Ahli Hadits)
- Syaikh Amr bin Abdul Munim Salim dalam kitabnya Difaan an Salafiyah.
- Syeikh Abdur Razzaq Al Badr punya buku bantahan kepada A’s Saqqaf dalam buku berjudul Al Qaulus Sadid fii Man Ankara Taqsim Tauhid oleh Syaikh Dr. Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad. Kata pengantar, Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan al-Fauzan.
Jika orang yang demikian sesatnya, maka pantaskah dijadikan sebagai rujukan?! Sungguh tidak ada yang menjadikannya sebagai rujukan kecuali orang yang jahil atau pendengki.
يَقُوْدُ جَهُوْلاً لاَ أَباً لَكُمُ
قَدْ ضَلَّ مَنْ كَانَتِ الْعُمْيَانُ تَهْدِيْهِ
Orang buta menuntun orang bodoh
Sungguh malang nasib orang yang dituntun oleh orang buta.
